Background Pesantren
Penerimaan Santri Baru Telah Dibuka

Sistem Informasi Pondok Modern Darussalam Gontor Membentuk Generasi Qurani Berprestasi

Mencetak Generasi Qurani, Cerdas, dan Berakhlakul Karimah dan Bermental Baja

1.200+
Santri Aktif
85+
Tenaga Pendidik
24
Ekstrakurikuler
5.000+
Alumni Sukses

Mengapa Memilih Kami

Keunggulan Pendidikan Terpadu

Tahfidz Bersanad

Program hafalan Al-Qur'an dengan metode mutqin yang dibimbing langsung oleh pengajar hafizh bersertifikat.

Bilingual Area

Penerapan wajib berbahasa Arab dan Inggris dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan asrama.

Kurikulum Modern

Memadukan kurikulum pesantren salaf (Kitab Kuning) dengan sains, teknologi, dan kurikulum nasional.

Fasilitas Lengkap

Asrama nyaman, ruang kelas ber-AC, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga sarana olahraga memadai.

Panduan Lengkap

Alur Pendaftaran Online

Proses pendaftaran santri baru didesain sangat mudah, transparan, dan bisa dilakukan 100% dari rumah.

Langkah 1

Buat Akun

Daftar menggunakan email dan password untuk mendapatkan akses ke panel pendaftaran.

Langkah 2

Isi Biodata & Berkas

Lengkapi formulir biodata secara online dan unggah foto asli dokumen persyaratan.

Langkah 3

Verifikasi & Ujian

Panitia memvalidasi berkas. Setelah disetujui, santri mencetak kartu & mengikuti Ujian Seleksi.

Langkah 4

Lulus & Daftar Ulang

Melihat pengumuman kelulusan. Jika diterima, lakukan pembayaran daftar ulang menjadi santri resmi.

Informasi Terkini

Berita & Pengumuman

PBB: Saat Dunia Sibuk Berperang, Tiap Menit, Sembilan Balita Tewas di Dunia
informasi 21 Mar 2026

PBB: Saat Dunia Sibuk Berperang, Tiap Menit, Sembilan Balita Tewas di Dunia

Secara global, pada tahun 2024 sekitar 4,9 juta anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia. Banyak dari kematian itu sebenarnya dapat dicegah melalui layanan medis yang memadai dan gizi yang lebih baik.Wilayah yang paling terdampak adalah Afrika dan Asia Selatan. Berdasarkan perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar sembilan anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap menit. Dengan demikian, pada tahun 2024 diperkirakan terdapat 4,9 juta kematian bayi dan balita di seluruh dunia.Sebagian besar dari kematian ini sebenarnya dapat dicegah melalui langkah-langkah sederhana dan berbiaya rendah serta akses terhadap layanan kesehatan, sebagaimana disebutkan dalam laporan yang disusun oleh UNICEF bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di New York."Tidak seharusnya ada anak yang meninggal karena penyakit yang sebenarnya bisa kita cegah,” ujar Direktur UNICEF, Catherine Russell. Laporan tersebut menyebutkan bahwa jumlah kematian sebelum usia lima tahun memang telah menurun lebih dari setengah sejak tahun 2000 secara global. Namun, sejak 2015 kemajuan tersebut melambat secara signifikan. Pada saat yang sama, anggaran di berbagai negara justru mengalami pemotongan, kata Russell, meskipun ia tidak secara langsung menyinggung pemotongan drastis bantuan dari Amerika Serikat.Afrika dan Asia Selatan paling terdampakTingkat kematian anak sangat tidak merata secara global, sama halnya dengan akses terhadap layanan kesehatan. Negara-negara di Afrika Sub-Sahara mencatat 58 persen dari seluruh kematian anak di bawah lima tahun. Di wilayah ini, penyakit menular memainkan peran besar. Sekitar 25 persen kasus terjadi di Asia Selatan, di mana banyak bayi meninggal tak lama setelah lahir. Sementara itu, Eropa dan Amerika Utara hanya menyumbang sekitar 1,1 persen.Di wilayah yang dilanda perang dan krisis, risiko bagi bayi baru lahir, bayi, dan balita jauh lebih tinggi. Menurut laporan tersebut, kemungkinan kematian di negara-negara terdampak hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan wilayah lain.Kekurangan gizi sebagai salah satu penyebabRussell menyerukan peningkatan investasi dan kemauan politik untuk melindungi anak-anak dengan lebih baik. Pada tahun 2024, lebih dari 100.000 anak di bawah lima tahun meninggal akibat kekurangan gizi akut yang parah. Namun, angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar jika memperhitungkan dampak tidak langsung dari kekurangan gizi.Kekurangan gizi melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit pada anak. Selain itu, kondisi ini sering tidak dicatat sebagai penyebab utama kematian. Bayi baru lahir yang berusia kurang dari satu bulan juga tidak termasuk dalam estimasi tersebut.Malaria, diare, dan pneumoniaMenurut laporan tersebut, negara-negara dengan jumlah kematian langsung akibat kekurangan gizi tertinggi antara lain Pakistan, Somalia, dan Sudan. Penyebab utama kematian bayi baru lahir adalah komplikasi terkait kelahiran prematur (sekitar sepertiga kasus) serta komplikasi saat persalinan (sekitar seperlima kasus).Setelah bulan pertama kehidupan, penyakit menular seperti malaria, diare, dan pneumonia tetap menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak. Selain itu, infeksi dan kelainan bawaan juga berperan besar.Penyebab kematian pada remajaOrganisasi PBB juga menyusun data untuk kelompok usia 5 hingga 24 tahun. Pada tahun 2024, diperkirakan 2,1 juta anak, remaja, dan dewasa muda meninggal dunia. Jika pada masa kanak-kanak penyakit menular dan cedera menjadi penyebab utama kematian, maka pada remaja gambaran tersebut berubah: Remaja perempuan usia 15 hingga 19 tahun paling sering meninggal akibat perilaku bunuh diri, sementara remaja laki-laki pada kelompok usia yang sama paling sering meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.Malnutrisi di IndonesiaDalam laporannya, UNICEF menulis di Indonesia telah terjadi penurunan angka stunting, dari 21,5% pada tahun 2023, menjadi 19,8 persen.Enam provinsi dengan jumlah balita stunting tertinggi antara lain Jawa Barat sebanyak 638.000 balita, Jawa Tengah sebanyak 485.893 balita, Jawa Timur sebanyak 430.780 balita, Sumatera Utara sebanyak 316.456 balita, Nusa Tenggara Timur sebanyak 214.143 balita, serta Banten sebanyak 209.600 balita.

Baca Selengkapnya
Arus Mudik 2026 Mulai Landai, One Way Berpotensi Disetop
informasi 20 Mar 2026

Arus Mudik 2026 Mulai Landai, One Way Berpotensi Disetop

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Korlantas Polri membuka opsi penghentian rekayasa lalu lintas one way nasional arus mudik. Evaluasi akan dilakukan menyusul penurunan volume kendaraan di jalan tol.Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan, keputusan akan diambil setelah melihat kondisi terbaru di lapangan pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Tren arus kendaraan disebut mulai menurun usai puncak mudik pada 18–19 Maret 2026.Agus menjelaskan, volume kendaraan saat puncak arus mudik mencapai sekitar 270 ribu unit atau naik 4,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pergerakan kendaraan kini mulai melandai sehingga membuka peluang penghentian rekayasa lalu lintas.“Rencana penutupan one way nasional mudik ini akan kita evaluasi besok pagi. Kalau memang bangkitan arus sudah tidak ada tanda-tanda, flow di tol masih lengang, termasuk juga traffic counting-nya rendah, nanti akan kita cabut untuk dihentikan one way nasional mudik. Kemungkinan siangnya akan kita hentikan,” kata Agus.Kondisi di simpul transportasi seperti pelabuhan, terminal, bandara, dan stasiun juga terpantau landai. Aktivitas masyarakat menjelang Lebaran berlangsung aman dengan pengamanan di berbagai titik strategis.“Di bidang harkamtibmas sampai saat ini belum ada peristiwa yang menonjol, masih cukup kondusif. Di bidang kamseltibcarlantas ada puncak arus, ada bangkitan arus, tetapi bisa kita kelola dengan baik,” ujar Agus.Agus memaparkan, angka kecelakaan selama sepekan Operasi Ketupat turun sekitar empat persen. Penurunan lebih besar terjadi pada fatalitas korban meninggal dunia yang mencapai 28,9 persen.Pengamanan Lebaran tidak hanya difokuskan pada lalu lintas, tetapi juga aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Aparat disiagakan untuk menjaga keamanan tempat ibadah, termasuk lokasi takbiran dan salat Id.Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menyebut, pengamanan di Jakarta memasuki tahap berikutnya setelah fase mudik dilalui. Fokus bergeser ke aktivitas malam takbiran dan perayaan Idulfitri.“Kita akan memasuki tahapan berikutnya, yaitu pengamanan aktivitas malam takbiran yang insya Allah nanti malam akan berlangsung. Pada kesempatan ini kami mengimbau kepada masyarakat Ibu Kota agar tidak melaksanakan konvoi, melainkan memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing,” kata Komarudin.Kegiatan car free night digelar di ruas Sudirman–Thamrin dengan penutupan jalan mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB pada Jumat malam. Waktu penutupan berpotensi diperpanjang hingga tengah malam dengan 557 personel disiagakan untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas.Pengamanan juga mencakup pelaksanaan salat Id, termasuk di kawasan Masjid Istiqlal yang dipadati jemaah. Petugas disebar untuk mengatur parkir dan mencegah kemacetan akibat parkir liar.Operasi Ketupat terus berjalan dengan kolaborasi Polri, TNI, dan pemangku kepentingan lain. Evaluasi dilakukan berkala untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan berlangsung aman dan tertib.

Baca Selengkapnya
erere
informasi 17 Mar 2026

Pendaftaran Santri Baru

Selamat datang di portal resmi Penerimaan Santri Baru. Pastikan Anda membaca panduan pendaftaran sebelum mengisi formulir.